You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Hewan Penular Rabies di Sukapura Divaksinasi
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

100 HPR di Sukapura Divaksinasi

Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Utara menggelar vaksinasi rabies massal di Perum Gading Griya Lestari RW 09 Kelurahan Sukapura, Cilincing. Ditargetkan sebanyak 100 ekor hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, musang, kera, divaksinasi hari ini.

Populasi HPR di Kelurahan Sukapura termasuk paling tinggi di Jakarta Utara

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Rita Nirmala mengatakan, vaksinasi rabies massal ini akan dilaksanakan selama dua hari di dua kecamatan berbeda. Untuk hari ini Kelurahan Sukapura mewakili Kecamatan Cilincing dan esok hari di Tanjung Priok yang dipusatkan di Kelurahan Sunter Agung.

"Populasi HPR di Kelurahan Sukapura termasuk paling tinggi di Jakarta Utara. Tahun lalu kita melaksanakan di sini juga," ungkap Rita, Senin (17/10).

135 HPR di Jaktim Divaksin Anti Rabies

Sama halnya di Cilincing, vaksinasi rabies massal di Kelurahan Sunter Agung besok juga menargetkan sebanyak 100 ekor HPR. Sedangkan secara keseluruhan, dari target vaksinasi 2.500ekor HPR di Jakarta Utara, vaksinasi sudah dilakukan terhadap 3.490 ekor HPR.

"Realisasi udah sekitar 150 persen dari target. Vaksinasi rabies massal ini di luar vaksin rutin yang terus berjalan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12308 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1370 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1352 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1308 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1014 personBudhi Firmansyah Surapati